Selasa, 03 Maret 2015 - 23:51:23 WIB
Keseriusan Tiongkok Perangi Korupsi
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Politik - Dibaca: 7291 kali

 Keseriusan Tiongkok Perangi Korupsi

Ahmad Syaifuddin Zuhri

Harian Suara Merdeka, 3 Maret 2015 

"Pembentukan Fox Hunt menjadi simbol keseriusan pemerintah Tiongkok dalam memerangi korupsi "

PADA 3 dan 5 Maret 2015, Tiongkok menyelenggarakan Rapat Tahunan National People’s Congress (NPC) atau Kongres Rakyat Nasional, lembaga legislatif tingkat pusat dan China People’s Political Central Consultative Conference (CPPCC), lembaga penasihat politik pusat. Dua konferensi itu lebih populer disebut Dua Sesi.

Konferensi itu membahas undang-undang baru untuk kemudian mengesahkannya, serta  menghapus atau mengamendemen undang-undang lama. Selain itu, membahas laporan tahunan perkembangan pembangunan dan anggarannya, untuk direvisi atau diloloskan. Di tingkat lokal, rapat tahunan Dua Sesi itu digelar pada Januari-Februari lalu. Konferensi tingkat pusat itu diagendakan dihadiri Presiden Xi Jinping untuk menyampaikan pidato tentang perkembangan dan arah pembangunan.

Sejak menjabat presiden sekaligus sekjen Partai Komunis Tiongkok, jabatan tertinggi di partai, Jinping gencar membersihkan pegawai negara dan petugas partai yang melakukan ’’kejahatan sangat serius yang melanggar hukum’’, istilah untuk korupsi di negara itu.

Melawan kejahatan korupsi adalah salah satu misi prioritas pemerintahannya, di antara tiga misi lain. Empat misi tersebut dikenal dengan Empat Jalan Komprehensif, yaitu membangun masyarakat moderat dan sejahtera, menerapkan misi reformasi secara mendalam, menerapkan aturan hukum, dan penguatan disiplin partai.

Poin penguatan disiplin partai menjadi langkah pemerintah dalam memberantas korupsi di kalangan pejabat negara dan petugas partai. Pemerintah menggunakan istilah ’’baik singa maupun lalat’’ akan ditindak. ’’Singa’’ dan ’’lalat’’ adalah istilah untuk korupsi yang dilakukan pejabat negara.

Lembaga pemberantas korupsi di negara itu, yakni Central Commision for Discipline Inspection (CCDI) menyebut, selama 2014 ada 71.748 pejabat negara ditangkap berkait korupsi. Termasuk dua pejabat  tinggi negara, yaitu Zhou Yongkang, mantan anggota Komite Tetap Politbiro Pusat, dan Xu Caihou, mantan wakil Komisi Militer Pusat.

Komisi antikorupsi itu mempunyai sekitar 1.000 pegawai (Phoenix Weekly; 2014),  23 persennya perempuan. Lembaga itu kini bahkan meningkatkan kinerja divisi investigasi dari 8 menjadi 12. Selain itu, menambah sedikitnya 100 penyidik supaya bisa lebih maksimal memerangi korupsi.

Simbol Keseriusan

Pada Jumat (27/2/15), komisi antikorupsi itu mengeluarkan pernyataan bahwa setelah libur  Imlek, mereka menerjunkan tiga tim guna menyelidiki tiga BUMN, yakni State Grid Corp of China, China Ship-building Industry Corp, dan China Huaneng Group, 3 dari 26 BUMN besar negara itu.

Badan usaha lain yang jadi target berikutnya China National Petroleum Corp, China National Offshore Oil Corp, China Power Invest Corp, dan China Mobile Communications Corp. Selama dua tahun ini, 31 provinsi, daerah otonomi khusus, daerah administrasi khusus dan kota khusus, diawasi penuh oleh CCDI dalam empat kali putaran inspeksi.

Selama 2014, mereka menjatuhkan hukuman kepada lebih dari 70 eksekutif BUMN.

Karakteristik dari korupsi mereka adalah jual beli posisi, penggelapan sumber daya, pengaturan penawaran proyek, serta faksionalisme dan nepotisme. Akhir 2014, mantan eksekutif perusahaan negara di Provinsi Guangdong Tiongkok Selatan dijatuhi hukuman mati atas tuduhan penyuapan dan penggelapan senilai hampir 400 juta yuan (65 juta dolar AS). Selain itu, semua aset pribadinya disita.

Terpidana Zhang Xinhua (52) sebelumnya manajer umum BUMN Baiyun Industry and Agriculture Corporation di Guangdong. Penyelidikan menunjukkan dari Juni 1998 sampai Mei 2013, Zhang mengambil 56.800.000 yuan dan HKD 7,3 juta. Tahun 2003, Zhang mendaftarkan dua perusahaan tanpa persetujuan atasannya, dan memindahkan secara ilegal properti dan tanah Baiyun Corp.

Terbaru, pada Sabtu (28/2/15) pengadilan Tiongkok menjatuhkan hukuman 17 tahun penjara kepada Ni Jia, mantan wagub Provinsi Anhui, yang terkenal dengan koleksi permata dan benda antik seninya. Ia dianggap merugikan negara 1 juta yuan.

Perburuan melawan korupsi tak hanya di dalam negeri, para koruptor yang lari ke luar negeri juga menjadi target, melalui pembentukan tim Fox Hunt 2014. Tim itu sudah menangkap 428 buronan negara dengan total kejahatan senilai 10 juta yuan, yang lari ke 60 negara pada 2014. Fox Hunt jadi simbol keseriusan Tiongkok dalam memerangi korupsi. (10)

— Ahmad Syaifuddin Zuhri, alumnus Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, mahasiswa Pascasarjana Program Hubungan Internasional Nanchang University Tiongk

Dimuat di http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/keseriusan-tiongkok-perangi-korupsi/

 

 



    Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)