Senin, 14 Januari 2013 - 12:19:30 WIB
Diplomasi Budaya ala Mahasiswa Di China
Diposting oleh : Ketua Umum
Kategori: Edukasi - Dibaca: 401694 kali

 

Mahasiswi China menyanyikan lagu Indonesia Raya

Sepuluh gadis cantik mahasiswi School of Art and Design berbaris rapi di panggung Auditorium Xingzhenglou Nanchang University (NCU) dengan seragam warna biru tampak anggun dan mempesona. Pembawa acara kemudian meminta hadirin untuk berdiri karena lagu kebangsaan Indonesia Raya akan dikumandangkan oleh 10 gadis cantik itu.

Sejenak hadirin terpaku menyimak suara merdu paduan suara yang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia tersebut. Merinding seluruh tubuh mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia dinyanyikan dengan penuh penghayatan.

Siapa sangka bahwa 10 gadis cantik itu bukan orang Indonesia bila mendengar begitu sempurnanya suara merdu mereka menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia dengan syahdu, memang sejatinya mereka orang China yang sedang belajar di School of Art and Design Nanchang University (NCU) dan mereka berlatih hanya dalam beberapa jam bersama beberapa mahasiswa Indonesia disana.

Lagu kebangsaan Indonesia Raya tersebut mengawali acara yang dikemas dalam acara Festival Budaya Indonesia yang digelar pada tanggal 1 Juni 2012 di Kampus Nanchang University Provinsi Jiangxi China.

Acara ini digagas oleh 30 mahasiswa Indonesia yang sudah 1 tahun menimba ilmu di universitas tersebut, mereka semua adalah mahasiswa Indonesia angkatan pertama di Nanchang University. Acara ini digelar sebagai bentuk kecintaan mahasiswa Indonesia terhadap budaya Indonesia dan keinginan untuk mempromosikan budaya Indonesia kepada segenap sivitas akademika NCU.

Acara ini dihadiri oleh Prof. Xu Qiuzhen (Vice Chairman of the Nanchang University Council), Prof. Ming Yong Xie (Vice President NCU), Prof. Xiao Lin (Vice Dean International Office NCU), Yin Zhonglin (Vice Director International Office) dan Prof. Jiang Liping (Director International Office).

Tari Saman dipentaskan oleh Mahasiswa Indonesia di Nanchang University

Acara ini disusul dengan penampilan mempesona paduan gerak dan tari mahasiswi China menyanyikan lagu Ayo Mama dari Maluku dalam versi bahasa mandarin dan Indonesia. Selanjutnya 18 mahasiswa Indonesia menampilkan tari Saman, tarian khas Aceh diiringi kendang yang ditabuh Boihaki dan vokalis Sulaiman, mahasiswa Indonesia asli Aceh. Setelah itu menyusul lagu-lagu daerah yang dibawakan secara medley ‘Dari Sabang Sampai Merauke’ dan ditutup lagu berjudul  ‘Bangun Pemudi Pemuda’.

Terdapat pula tari jaipong dan tarian medley khatulistiwa persembahan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Jiangxi Normal University. Puncak acara disuguhkan oleh 18 mahasiswa dari Senegal, Mongolia, Tajikistan, Irlandia, Korea Selatan, Perancis, dan China yang menampilkan batik fashion show. Baju-baju batik yang mereka kenakan dipinjam dari mahasiswa Indonesia.

Sebagai bentuk ikatan persahabatan antar kedua bangsa mahasiswa Indonesia menampilkan pentas martial arts Taiji Quan, dan menyanyikan lagu mandarin berjudul Zhongguo Hua serta puisi berbahasa Mandarin. Pada akhir acara para mahasiswa Indonesia menarikan tarian Poco-poco dari Manado.

Acara yang dipersiapkan sekitar dua minggu tersebut mendapat apresiasi yang tinggi dari sivitas kampus, Apa yang telah dilakukan oleh mahasiswa Indonesia di Nanchang University ini patut mendapat apresiasi, apalagi dalam penyelenggaraannya melibatkan begitu banyak peserta mahasiswa  dari berbagai negara khususnya China yang terlibat secara aktif dalam menampilkan budaya Indonesia.

Keikutsertaan mahasiswa China dan mahasiswa asing lainnya dalam acara yang dikemas dalam Festival Budaya Indonesia sesungguhnya merupakan sebuah keberhasilan diplomasi kebudayaan yang dilakukan oleh para mahasiswa tersebut. Diplomasi kebudayaan memang efektif membangun pencitraan positif tentang Indonesia, apalagi melibatkan banyak mahasiswa dari berbagai negara mementaskan budaya Indonesia.

(ditulis oleh Jielun Han di www.kompasiana.com 5 Juni 2012)

 



Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)