Senin, 14 Januari 2013 - 12:27:29 WIB
Mahasiswa Indonesia Tiongkok Bersatu Dalam Dialog Kebangsaan
Diposting oleh : Ketua Umum
Kategori: Edukasi - Dibaca: 362414 kali

 

Selasa, 04 Desember 2012 23:00 WI

 

BEIJING,– Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok pada tanggal 2 Desember 2012 telah mengadakan Dialog Kebangsaan dengan tema: ‘Peran Aktif Para Pelajar Indonesia di Tiongkok dalam Menyikapi Tatanan Dunia Baru’, di Aula Serba Guna KBRI Beijing.

Hadir sebagai narasumber dalam dialog kali ini adalah Wakil Ketua MPR RI, Hajriyanto Y. Tohari, Ketua Perhimpuhan Persahabatan Indonesia – Tiongkok, Bondan Gunawan, serta Anggota Komisi V DPR RI, Hetifah Sjaifudian. Kegiatan tersebut diramaikan oleh sekitar seratus hadirin yang terdiri dari para staf KBRI Beijing, tamu undangan, mahasiswa Indonesia di Beijing, serta pengurus cabang PPI Tiongkok dari berbagai wilayah di Tiongkok

Kepala Kanselerai KBRI Beijing dalam sambutan pembukaannya memberikan ucapan selamat kepada Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok, sebagai penggagas sekaligus pelaksana kegiatan. Dialog tersebut merupakan kegiatan pertama PPI Tiongkok sejak pendiriannya pada akhir bulan Oktober 2012. Kegiatan ini tidak hanya mencerminkan inisiatif dan kreatifitas mahasiswa Indonesia dalam wadah organisasi kemahasiswaan, namun juga memperlihatkan kepedulian mereka terhadap peran penting mahasiswa dalam pembangunan bangsa, khususnya dalam memperkuat hubungan kemiteraan RI – RRT di masa kini dan masa yang akan datang.

 

Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Tohari, membuka diskusi dengan menyatakan bahwa partai politik di Indonesia saat ini belum melaksanakan fungsi yang ideal sebagai alat kaderisasi pemimpin bangsa. Reformasi politik Indonesia memungkinkan munculnya beragam pola kaderisasi, dan partai politik dihadapkan kepada pilihan-pilihan politik yang cukup sulit.

Namun parpol bukanlah satu-satunya alat kaderisasi pemimpin. Sejak dahulu kala PPI merupakan wadah untuk mengasah kemampuan berorganisasi, dan melalui PPI dapat lahir pemimpin-pemimpin bangsa dengan karakter yang kuat dan rasa cinta bangsa yang teruji. Diharapkan para mahasiswa Indonesia nantinya dapat memperkuat partai politik dan mengambil peran utama dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia. Ketua PPIT, Bondan Gunawan, memperkaya khasanah kebangsaan para hadirin dengan menceritakan sejarah penyatuan suku-suku bangsa dalam satu negara kesatuan Republik Indonesia.

Indonesia pada dasarnya merupakan bangsa bahari yang extrovert dan siap menghadapi segala tantangan alam. Indonesia juga merupakan ‘an imagined society’ dengan spiritualitas kultural yang tinggi, sehingga apabila masyarakat di satu wilayah nusantara terusik maka masyarakat di wilayah lain turut gelisah. Modal spiritual ini merupakan hal yang telah dan akan selalu menyatukan bangsa Indonesia. Kehadiran para mahasiswa di dalam diskusi ini juga merupakan bukti nyata modal spiritual tersebut.

Para mahasiswa diharapkan dapat belajar yang terbaik dari bangsa dan negeri Tiongkok, serta kembali dan turut membangun Indonesia. Sedikit berbeda dengan kedua pembicara sebelumnya, anggota Komisi V DPR RI, Hetifah Sjaifudian, memaparkan mengenai peran perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya melalui partisipasi politik.

Peran dan emansipasi perempuan Indonesia dalam bidang politik perlu terus diperjuangkan, agar kaum perempuan mendapatkan kesempatan berkehidupan yang lebih baik bagi dirinya maupun kaumnya. Para mahasiswi diimbau untuk mempelajari kesetaraan gender di RRT, serta meningkatkan peran aktif mereka dalam kancah politik Indonesia di masa yang akan datang.

Dalam diskusi berikutnya muncul berbagai pertanyaan mengenai arah politik luar negeri Indonesia, terkait dengan semakin kuatnya pengaruh RRT di kawasan dan di dunia. Selain itu para hadirin dan narasumber saling bertukar pikiran mengenai apresiasi masyarakat Indonesia terhadap politik dan partai politik yang semakin melemah, serta menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Diskusi ditutup dengan penekanan para narasumber tentang arti strategis keberadaan para mahasiswa Indonesia di Tiongkok dalam upaya pembelajaran tidak hanya di bidang ilmu yang mereka pelajari, namun juga di bidang kehidupan berbangsa dan bernegara.

SUMBER: KBRI TIONGKOK



Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)