Senin, 14 Januari 2013 - 12:30:24 WIB
Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok Selenggarakan Kongres Pertama
Diposting oleh : Ketua Umum
Kategori: Edukasi - Dibaca: 973383 kali

KAMIS, 01 NOVEMBER 2012

Beijing - Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-84, Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing bekerja sama dengan 28 pelajar dan pemuda Indonesia menyelenggarakan Kongres Pertama Pelajar dan Pemuda Indonesia. Kongres tersebut bertempat di Aula Serbaguna KBRI Beijing selama dua hari, yaitu pada 27 dan 28 Oktober 2012.

Kongres pemuda ini diselenggarakan Atase Pendidikan KBRI Beijing, dan didukung oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Guangzhou, Shanghai dan Hongkong. Kongres  dihadiri wakil organisasi mahasiswa dan kepemudaan Indonesia dari 17 kota di Tiongkok. Setiap individu yang mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah individu-individu yang tengah melatih diri dalam wadah organisasi pemuda dan pelajar, untuk mempersiapkan diri sebagai pemimpin nasional Indonesia masa mendatang.

Acara dibuka oleh Dubes RI Imron Cotan. Dalam sambutannya, Dubes Imron menyampaikan bahwa Pelajar dan Pemuda Indonesia selalu memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Peranan pemuda dalam perjalanan sejarah bangsa dimulai dari pergerakan meraih kemerdekaan sebagaimana dicontohkan oleh pahlawan nasional Bung Karno dan Bung Hatta, hingga di era pembangunan saat ini. Oleh karena itu, kongres pelajar dan pemuda Indonesia yang untuk pertama kalinya dilaksanakan di Tiongkok ini merupakan history in the making.

Selanjutnya Dubes Imron juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat kurang lebih 10.000 pelajar dan mahasiswa Indonesia yang tengah menimba ilmu pengetahuan di Tiongkok dengan kecenderungan peningkatan jumlah setiap tahunnya. Besarnya minat pelajar Indonesia untuk menimba ilmu di Tiongkok merupakan bukti dari eratnya hubungan kedua negara, serta besarnya ilmu dan manfaat yang dapat diambil dari pengalaman di Negeri Panda ini. Terlebih saat ini perhatian dunia tertuju pada pergulatan antara Washington Consensus-based economy yang berbasis kepada market-driven economy dan freedom of expression, dengan Beijing Consensus-based economy yang berbasis kepada state-driven economy dan social harmony.

Menurutnya, pelajar Indonesia di Tiongkok sangat beruntung karena dapat melihat secara langsung praktik ‘Beijing Consensus’ dan dapat menarik pelajaran serta menerapkan lesson-learned and best practices dari Tiongkok sekembalinya ke tanah air nanti. Selain menimba ilmu pengetahuan dan melakukan pengamatan politik, ekonomi, sosial dan budaya Tiongkok, seyogyanya sebagai bagian integral bangsa, para pelajar dan pemuda juga menjadi mitra perwakilan RI dalam memperluas dan memperdalam foot-print budaya Indonesia di Tiongkok.  (DM, Sumber: KBRI Beijing)

 



Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)