Minggu, 31 Maret 2013 - 22:03:27 WIB
Selamat Jalan Adik-adikku, Sampai Ketemu di Indonesia...
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Edukasi - Dibaca: 1219 kali

Selamat Jalan Adik-adikku, Sampai Ketemu di Indonesia.....

TAK terasa, waktu enam bulan begitu cepat. Sepuluh dari 25 mahasiswa Indonesia yang belajar Bahasa Mandarin di Nanchang University harus kembali ke Tanah Air.

Mereka berasal dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Sejak awal 2011 Unhas dan Nanchang  University (NCU) melakukan kerja sama dalam bentuk pertukaran pelajar. Dua puluh lima mahasiswa asal Makassar itu mulai aktif mengikuti kelas Bahasa Mandarin sejak September 2012.

Sepuluh orang mendapat beasiswa dari Hanban Institute/Confucius Institute selama enam bulan dan 15 orang lainnya mendapat kesempatan selama satu tahun. ‘’Rasanya baru kemarin kami datang, sekarang harus meninggalkan kakak-kakak kami di Nanchang,’’ tutur Siti Marwah mewakili mahasiswa yang akan pulang.

Sarjana S1 jurusan Hubungan Internasional Unhas itu tak kuasa menahan air mata. Sembilan orang lainnya yang semula terlihat tegar akhirnya menangis juga. Mereka adalah Nasrah Hidayati, Rizqi Nurul Qozih Khaironi, Vika Mayasari, Putri Asih Santoso, Kartika Putri, Ratna Chan, Biyondi Sadhasima, Sri Wahyuni dan Nurul. Mereka saling berpelukan satu sama lain.

Siang itu di lantai 20 Gedung Guoji Jiao Liu Xue Yuan atau International Exchange College, asrama tempat mereka tinggal berkumpul puluhan orang dari berbagai negara. Mereka mahasiswa asing dan dosen di NCU. Ada yang dari Afrika, India, Jerman, Meksiko, Korea Selatan, Australia, Perancis, Yordania, Yaman, Philipina, Rusia, Inggris, Irlandia dan mahasiswa lokal asli China.

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok Cabang Nanchang, siang itu menggelar farewell party untuk melepas keberangkatan mereka. Karena yang hadir mahasiswa dari seluruh dunia, maka MC yang mengantarkan acara yaitu Nur Widiyanto menggunakan dua bahasa, Mandarin dan Inggris.

Mahasiswa S2 jurusan Matematika NCU asal Kota Semarang itu menjelaskan satu persatu aneka hidangan masakan khas Indonesia. Mulai dari Tumpeng Nasi Kuning yang jumlahnya sepuluh buah, bakwan jamur, sup ikan, palumara (masakan khas Makassar) dan lain-lain.

Pembina PPI Nanchang Agus Fathuddin Yusuf meminta mahasiswa yang kembali ke Tanah Air dapat mengamalkan ilmu di tengah masyarakat. ‘’Enam bulan memang sangat singkat. Tetapi setidaknya di luar bangku kuliah banyak pengalaman berharga di China yang bisa diterapkan di Indonesia,’’ tutur mahasiswa S2 Jurusan Jurnalistik NCU itu.

Ketua PPI Tiongkok Cabang Nanchang Ahmad Syaifuddin Zuhri meminta silaturahim selama enam bulan yang terbangun dengan baik selama di Nanchang agar terus dipelihara sampai di Tanah Air. ‘’Indonesia di masa depan adalah menjadi tanggungjawab kita bersama sebagai anak bangsa,’’ tegas mahasiswa S2 jurusan Hubungan Internasional NCU itu. Agus kemudian secara simbolis memotong tumpeng dan menyerahkannya kepada Siti Marwah. Selamat jalan adik-adikku, sampai ketemu di Tanah Air. 

 

                                                                                                  



Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)