Selasa, 24 Maret 2015 - 19:51:00 WIB
Sulit Adaptasi Saat Kuliah di Negara Empat Musim
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Edukasi - Dibaca: 649 kali

JAKARTA - Negara empat musim umumnya membuat mahasiswa Indonesia kesulitan beradaptasi. Maklum, mereka terbiasa dengan iklim tropis.

Mahasiswa Technological University (TU) Eindhoven, Belanda, Ryvo Octaviano, menjelaskan, cuaca di Negeri Kincir Angin yang kurang bersahabat menjadi perhatian utamanya.

"Kita harus selalu siap melawan angin yang kencang dan hujan. Karena Belanda adalah negara yang memiliki empat musim, tentu saja kita pun harus beradaptasi dengan hal ini," tuturnya.

Cowok yang menekuni program Master Systems and Control (Mechanical Engineering) itu mengaku tidak kesulitan beradaptasi dengan hal lain. Pasalnya, tinggal di Belanda tidak jauh berbeda dengan seperti tinggal di Indonesia.

"Ada sekira 10.000 masyarakat Indonesia termasuk mahasiswa yang tinggal di Belanda. Restoran dengan menu hidangan masakan Indonesia juga sangat mudah ditemukan di sini," ungkap Ryvo.

Kendala cuaca juga dialami Ahmad Syaifuddin Zuhri. Mahasiswa Nanchang University, China ini paling kesulitan dalam beradaptasi dengan empat musim cuaca, khususnya musim dingin dengan suhu udara bisa mencapai di bawah nol derajat celcius.

"Disiasati harus sering makan, mengoles kulit dengan losion agar tidak kering dan berjaket tebal baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan," kata Ahmad.

Seperti halnya Ryvo, mahasiswa S-2 jurusan hubungan internasional itu tidak terlalu bermasalah dengan hal lain. Alasannya, dia sudah terbiasa hidup mandiri di perantauan sejak menjalani masa SMP di pesantren hingga kuliah S-1 di Semarang.

"Untuk makan setiap hari masak sendiri di asrama, kadang juga makan di kantin halal yang terdapat di kampus. Hampir setiap kampus di China memiliki kantin halal yang dikelola oleh suku Hui Muslim China, untuk di kampus saya ada sekira lima kantin halal," imbuh Dewan Pembina Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok 2014-2015 itu.

Sementara itu, Achmad Firdaus tidak mengalami kendala cuaca karena menempuh studi di Singapura. Namun, mahasiswa National University of Singapore (NUS) itu mengingatkan, mahasiswa Indonesia tetap harus mempelajari dan memahami regulasi di negara tujuan studi.

Firdaus mengaku, tantangan terberatnya adalah menjalani kuliah di negeri minoritas muslim. Saat beradaptasi, butuh komitmen dan perjuangan untuk menjaga identitas dan idealisme sebagai seorang muslim.

Mahasiswa jurusan remote sensing itu memberikan contoh, dalam hal makanan, tentu sebagai muslim dua tidak boleh menyesuaikan diri dan tetap berusaha mendapatkan makanan halal. Begitupun dengan masalah ibadah seperti salat. Tinggal dii negara minoritas, tuturnya, tentu berbeda dengan Indonesia yang memiliki banyak masjid dan mudah mendengar azan ketika waktu salat tiba.

"Makanya diperlukan perjuangan untuk menjalankannya, bukan dengan memaklumi keadaan. Oleh karena itu, disarankan kepada setiap mahasiswa muslim yang ingin belajar di negara minoritas muslim dimana pun, langkah pertama yang harus dilakukan ketika tiba di negara tujuan adalah berkunjung ke Islamic Center. Di sana, kita bisa mendapatkan banyak informasi demi menjaga identitas kita sebagai seorang mahasiswa Muslim," ucap Pengurus International Student Society NUS itu.

(rfa)

Ditulis oleh Rachmad Faisal Harahap (Jurnalis Okezone.com)

Dimuat di http://news.okezone.com/read/2015/03/08/65/1115296/sulit-adaptasi-saat-kuliah-di-negara-empat-musim pada Minggu, 8 Maret 2015 - 12:31 wib

 



Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)