Selasa, 03 Mei 2016 - 10:23:54 WIB
PPI TIONGKOK GELAR KONGRES PILIH KETUA BARU
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Edukasi - Dibaca: 1485 kali

PPI TIONGKOK PILIH KETUA BARU

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok menggelar Kongres V dan Simposium Asia Oseania pada Jum’at-Minggu, (8-10/4/2016) di Hongkong. Acara ini terbagi menjadi tiga bagian yaitu pada hari pertama digelar kongres V PPI Tiongkok, hari ke dua digelar Simposium Asia-Oseania dan hari ketiga rapat kerja Asia-Oseania. Kongres dan simposium ini dibuka langsung oleh Duta Besar RI LBBP untuk RRT dan Mongolia, Soegeng Rahardjo.  Pembukaan kongres ini turut pula dihadiri oleh Atase Pendidikan, Priyanto Wibowo, perwakilan Konjen Hongkong,   Perwakilan Konjen Guangzhou, Atdik New Delhi, dan GM BNI Hongkong.

Kongres V kali ini berlangsung di gedung BNI Gallery Hongkong dan gedung KJRI Hongkong serta  dihadiri oleh 23 cabang  yakni Beijing, Shanghai, Guangzhou, Chongqing, Guilin, Tianjin, Hongkong, Nanning, Nanjing, Suzhou, Harbin, Changsha, Zhengzhou, Liuzhou, Wuhan, Xiamen, Shenyang, Ningbo, Hangzhou, Hefei, Qingdao, Shijiazhuang, Nanchang, dan Hongkong.

Melisa selaku ketua panitia pelaksana  mengatakan bahwa Kongres V ini mempunyai agenda pembahasan diantaranya: Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus periode 2015-2016, pembahasan AD-ART, rekomendasi organisasi dan program kerja serta puncaknya pemilihan ketua umum PPIT periode 2016-2017.

Ketua Umum PPI Tiongkok, Grace Fiona beserta kabinetnya melaporkan  pertanggungjawabannya  dengan baik namun tetap dalam  kondisi yang sedikit menegangkan karena 23 delegasi cabang datang untuk mendengarkannya lalu bersama-sama megevaluasi kinerja pengurus pusat PPI Tiongkok selama satu periode. Dan pada akhirnya setelah melalui sesi tanya-jawab laporang pertanggungjawaban  pengurus pun diterima.

Sementara itu, Di Puncak acara kongres ini, melalui pemilihan yang berlangsung cukup dinamis dan demokratis. Akhirnya terpilih Bagus Ari Haryo, mahasiswa Capital Medical University, Beijing Jurusan kedokteran dari Permit Beijing sebagai Ketua Umum periode 2016-2017 setelah mendapat 14 suara, yang menyisihkan Meliana dari PPIT Nanjing yang mendapatkan 6 suara, dan Ilham Azmy dari PPIT Harbin yang mendapatkan 3 suara.

Bagus Ari Haryo yang akrab disapa Aryo  yang merupakan  wakil ketua tiga PPI Tiongkok pada periode sebelumnya ini dalam sambutannya mengucapkan banyak terimakasih atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin PPI Tiongkok selama satu periode kedepan. Selain itu, Aryo juga mengungkapkan harapannya agar kedepannya PPI Tiongkok menjadi wadah bagi para anggotanya untuk mengembangkan diri baik itu dalam bidang akademik, budaya, sosial dan tentunya dalam bidang organisasi.

‘saya merasa bangga karena masih mendapatkan dukungan dan kepercayaan dari teman-teman untuk memimpin PPI Tiongkok selama satu tahun ke depan’ ungkapnya dalam pesan singkat yang dikirimkan pada penulis.

 Hari kedua digelar Simposium Asia-Oseania di Universitas Hongkong dengan tema Ketahanan dan  Pemberdayaan kemaritiman Indonesia: Menuju Kekuatan Maritim Dunia dihadiri oleh beberapa pembicara handal dibidang Maritim seperti  Chandra Motik Yusuf  Pakar Hukum Kelautan  dan peraih penghargaan women in Maritim 2015, Josephat Tetuko Sri Sumantyo Professor di Centre fo Enviromental Remote Sensing Universitas Chiba. Jepang, selai n itu  hadir  pula Arif Havas Oegroseno Deputi bidang koordinasi kedaulatan maritime republik Indonesia,  Professor Injoo Sohn dari Associate Profeesor, Departement of   Politics and Public Administration University of Hongkong Sebagai  keynote speakers.

Acara simposium ini dihadiri oleh para pelajar Indonesia yang belajar di Tiongkok, Mahasiawa Indonesia yang kuliah di Indonesia, perwakilan PPI Jepang, PPI Korea, PPI Malaysia, PPI New Zeland, PPI India, PPI Taiwan dan PPI Singapura. Terdapat tiga panel diskusi yang membahas: Kedaulatan dan Ketahanan Maritim Indonesia; Optimalisasi Maritim Indonesia dalam Pertumbuhan  Ekonomi Indonesia; Pelestarian Lingkungan dan Pariwisata Kemaritiman Indonesia. Antusias mahasiswa yang hadir pada saat itu sangat tinggi, hal ini dapat dilihat dari  pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan.

Acara simposium kemudian ditutup dengan makan malam bersama, dan dihibur oleh penampilan  dari pengurus PPI Tiongkok dan mahasiswa dari PPIT Cabang Hongkong.

Organisasi PPI Tiongkok sendiri berdiri pada 28 Oktober 2012 dalam Kongres Pelajar Indonesia di Beijing. Awalnya dideklarasikan oleh 14 perwakilan organisasi pelajar di 14 kota di Tiongkok. Lahirnya organisasi yang menyatukan seluruh pelajar Indonesia di Tiongkok ini diharapkan menjadi wadah bagi setiap pelajar untuk mengembangkan potensi diri di bidang keilmuan, keorganisasian dan bidang-bidang lainnya. Dan saat ini, lebih dari 13 ribu pelajar dari Indonesia yang belajar di negeri Tirai Bambu ini dengan berbagai macam latar belakang disiplin ilmu.

Penulis : Sitti Marwah

Mahasiswa Universitas Nanchang, Kota Nanchang, Tiongkok.

 

 



Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)