Sabtu, 21 Januari 2017 - 13:36:06 WIB
Semarak Ramadan di Nanchang
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Budaya - Dibaca: 5238 kali

MENJELANG pukul 20.00 waktu Nanchang, China, suara azan yang sangat merdu terdengar dari lantai 12 International Exchange Collage Universitas Nanchang. Itu adalah lantunan azan yang dikumandangkan oleh Faisal di malam pertama Ramadan 1437 H, bertepatan dengan Minggu, 5 Juni. Beberapa saat kemudian berkumpullah belasan mahasiswa dan mahasiswi dari lantai yang berbeda untuk melaksanakan salat isya dan tarawih secara berjamaah. Sebuah tempat yang berukuran 3x4 m di depan tangga darurat lantai 12 disulap menjadi musala dadakan untuk dipakai beribadah salat selama Ramadan.

Menjalani puasa di perantauan apalagi berada di negara dengan mayoritas penduduknya tidak beragama menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Jika Ramadan di Indonesia, kita bisa menjalankan salat lima waktu dan salat tarawih di masjid, maka di sini kita melaksanakannya di tempat sempit dan pengap. Namun semangat kami tidak redup. Kami tetap khusyuk menjalankan ibadah.

Selesai salat isya berjamaah, kami pun mendengarkan kultum yang dibawakan oleh Muh. Nurckhalik, mahasiswa jurusan Tourism Mangement, Nanchang University. Meski tidak sehebat ustadz-ustadz kondang di Indonesia, materi yang disampaikan mencukupi kebutuhan rohani saat ini. Setelah itu kami lanjut salat tarawih delapan rakaat dan ditutup dengan salat witir tiga rakaat.

Kami tidak punya imam besar dengan hafalan Alquran 30 juz, tapi kami punya imam yang bisa diandalkan untuk memimpin setiap salat. Adalah Muh. Riezal Adam seorang mahasiswa magister jurusan Linguistics and Applied Linguistics, Nanchang University yang didapuk dengan tanggung jawab tersebut. Setiap menjelang waktu salat, melalui group wechat tak lupa dia mengingatkan jamaahnya bersiap-siap, bergegas ke musala untuk salat berjamaah. Sebuah kebiasan baik yang saya pribadi baru jumpai di sini dan terbukti cukup memompa semangat kami dalam melewati Ramadan. 

Selesai salat isya berjamaah, kami pun mendengarkan kultum yang dibawakan oleh Muh. Nurckhalik, mahasiswa jurusan Tourism Mangement, Nanchang University. Meski tidak sehebat ustadz-ustadz kondang di Indonesia, materi yang disampaikan mencukupi kebutuhan rohani saat ini. Setelah itu kami lanjut salat tarawih delapan rakaat dan ditutup dengan salat witir tiga rakaat.

Kami tidak punya imam besar dengan hafalan Alquran 30 juz, tapi kami punya imam yang bisa diandalkan untuk memimpin setiap salat. Adalah Muh. Riezal Adam seorang mahasiswa magister jurusan Linguistics and Applied Linguistics, Nanchang University yang didapuk dengan tanggung jawab tersebut. Setiap menjelang waktu salat, melalui group wechat tak lupa dia mengingatkan jamaahnya bersiap-siap, bergegas ke musala untuk salat berjamaah. Sebuah kebiasan baik yang saya pribadi baru jumpai di sini dan terbukti cukup memompa semangat kami dalam melewati Ramadan. 

"Ini adalah pengalaman Ramadan pertama saya di luar negeri, rasanya sangat berat menjalankan puasa selama kurang lebih 17 jam dengan suhu rata-rata 30 derajat celcius ke atas, ditambah lagi dengan jadwal kuliah yang masih padat, sehingga waktu istirahatnya sangat sedikit. Tetapi sebuah kesyukuran karena saya tidak melewatinya sendiri, kami bersama dengan teman-teman yang lainnya, kondisi yang tadinya berat menjadi lebih ringan, lambat laun kami menikmatinya. Saat ini yang saya rindukan adalah berbuka puasa dengan semangkok es pisang ijo," tutur Dwiwanti Riza, seorang mahasiswi asal Makassar.

Semoga dengan kondisi apa pun yang kita hadapi selalu mengingat firman Allah di Q.S Al-Baqarah: 148 “….Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan." Dengan begitu, semua kendala yang kami hadapi di sini tidak menjadi penghalang dalam mengumpulkan pahala di bulan penuh berkah ini, tetapi kita menjalaninya dengan penuh syukur, keikhlasan dan kesabaran untuk mendapatkan ridha dan berkah yang sebanyak-banyaknya dari Allah SWT.

 

Berita kiriman:

Sitti Marwah

Mahasiswa Magister jurusan Hubungan Internasional

Universitas Nanchang, China  

http://news.okezone.com/read/2016/06/11/65/1412395/semarak-ramadan-di-nanchang

 

 



Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)